Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenal Jenis Makanan Berkicau

Seperti halnya manusia, burung ocehan juga mempunyai jenis makanan yang berbeda-beda. Ada makanan yang disukai dan ada yang tidak. Pada umumnya, di alam bebas para burung ocehan tersebut cenderung mempunyai kesukaan makanan yang sama, namun beberapa ada perbedaannya tergantung dari kondisi tempat dan jenis burung itu. Jenis makanan burung ocehan terklasifikasi menjadi dua, yaitu jenis hewani dan hayati. Jenis hewani adalah makanan burung yang berasal dari hewan-hewan atau jenis olahan yang bahan dasarnya dari hewan, bisa jenis serangga, daging, ikan dll. Sedangkan jenis hayati ialah makanan burung yang berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Untuk lebih mengetahui selengkapnya mengenai jenis makanan burung ocehan, berikut penulis paparkan di bawah ini :

1. Jenis Hewani

  • Serangga
    Jenis serangga merupakan makanan favorite rata-rata burung ocehan. Yang tergolong ke dalam serangga : semut, jangkrik, belalang, kelabang, ulat. Burung ocehan pemakan serangga ada banyak yah, mungkin hampir keseluruhan. Seperti : Murai Batu, Jalak, Kacer, Nuri, Kenari, cucak rawa dll. Kandungan hewan jenis serangga juga bervariasi ada yang mengandung banyak protein, vitamin, lemak, mineral yang kesemuanya itu membawa kebaikan pada burung ocehan jika diberikan secara tidak berlebihan dan benar sesuai kebutuhan burung tersebut.

  • Kroto
    Buat yang gak tau kroto itu apa? Kroto adalah telur dari semut angkrang yang masih berbentuk larva dan pupa. Memiliki ciri-ciri berwarna putih, berbentuk agak memanjang. Ini juga menjadi makanan burung ocehan yang paling dicari, membuat harga kroto juga tergolong mahal. Salah satu manfaat bagi burung ocehan mengkonsumsi kroto adalah meningkatkan stamina pada burung agar stamina prima.
    Biasanya Kroto diberikan oleh para penghobis burung untuk jenis burung ocehan yang ingin diikutkan lomba, seperti : Murai, Anis, Kenari, Kacer, Kutilang.

  • Ikan
    Kandungan Protein, omega 3, Omega 6 yang baik bagi kesehatan seekor burung terdapat dalam ikan. Namun, untuk burung kicauan sendiri tidak banyak yang menyukai jenis makanan satu ini, tapi tetap diantaranya juga ada, hanya saja untuk ikan-ikan yang berukuran kecil. Yang termasuk burung ocehan yang mengkonsumsi ikan adalah burung kacer, kutilang, anis, Murai Batu.

  • Cacing
    Selain pada Ikan, kandungan Protein juga banyak terdapat pada cacing. Untuk jenisnya sendiri, cacing yang paling baik untuk pakanan burung kicauan adalah cacing tanah.

  • Katak Kecil
    Katak kecil juga menjadi buruan pakan untuk burung kicauan. Burung kicauan yang paling suka pada pakan ini adalah burung cendet.

2. Jenis Nabati

  • Sayur-sayuran
    Jenis sayur-sayuran yang disukai burung kicauan : kangkung, toge, slada, sawi. Kandungan vitamin sayuran sudah tidak perlu diragukan lagi khasiatnya, mungkin kita sendiri sudah bisa merasakannya. Salah satunya demi kebugaran jasmani. Burung kicaun yang dapat diberi pakan sayuran : Kenari, burung balam.

  • Buah-buahan
    Pepaya, pisang, buah kersen, jeruk, timun merupakan jenis buah-buahan kesukaan burung kicauan. Burung cucak rowo sendiri adalah salah satu dari beberapa burung kicauan yang memakan buah-buahan. Manfaat buah-buahan bagi burung kicauan adalah melancarkan pencernaan burung tersebut, dan sebagian sebagai obat.

  • Biji-bijian
    Untuk pakan biji-bijian ini ada terbagi dua, yaitu biji-bijian kasar dan biji-bijian halus. Biji-bijian kasar biasa dikonsumsi untuk burung kicaun yang berukuran besar atau sedang, seperti burung perkutut, balam, dan burung betet. Sementara untuk biji-bijian halus dikonsumsi untuk burung kicauan berukuran kecil, sesuai dengan ukuran paruhnya, seperti : kenari, Murai, Gelatik, emprit,tekukur. Contoh pakan biji-bijian kasar : jagung, padi, kacang hijau, beras, gandum. Biji-bijian halus : pellet ukuran kecil, jewawut.

Demikianlah penjelasan mengenai pengklasifikasian jenis makanan untuk burung ocehan. Segala macam kandungan pada masing-masing makanan pada dasarnya membawa kemanfaatan bagi burung ocehan itu sendiri jika dikonsumsi dengan takaran yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa memberi arahan kepada para penghobis burung, untuk bisa memberi pakan terbaik kepada burung ocehan mereka.


MANFAAT KRODONG UNTUK BURUNG BERKICAU

Untuk penghobi burung kicauan dengan umum, barangkali berasumsi kerodong yang sepanjang ini digunakan penutup sangkar cuma untuk pelindung burung dari angin, lantas bila tidak ada angin atau burung ada di dalam rumah tidak butuh dikerodong. Asumsi seperti itu nyatanya kurang dibenarkan dimata penggemar burung kicauan yang telah memiliki pengalaman.

Kenapa burung kicauan harus di kerodong? Sesudah di telusuri lebih jauh lagi, nyatanya banyak fungsi sesungguhnya dari pemakaian kerodong untuk burung kicauan, terutama untuk burung yang siap lomba. Cuma saja tidak seluruh type kerodong dikatakan layak sebagai kerodong burung, karena untuk sesuatu kerodong yang betul-betul baik, tiap-tiap kerodong mesti mencukupi syarat-syarat salah satunya bisa membuat burung tenang serta jadi terlindung didalamnya dengan terus dapat nikmati sirkulasi hawa dengan baik.

Kerodong yang baik yaitu yang memakai kain transparan, yang bukan hanya terbuat dari kain memiliki serat rapat maupun tidak tipis. Perihal itu cocok dengan karakter burung yang senang situasi terang, hingga bila berikan kerodong dari kain yang seratnya tidak tebal cahaya dari luar tetap masuk kedalam, serta burung juga tetap dapat lihat situasi luar sangkar.

Memberikan kerodong yang tidak tebal tadi membuat burung lebih nyaman, karena burung tetap dapat lihat makanan serta minuman dengan baik. Sebaliknya bila kerodong tidak tipis dapat membuat ruangan di dalam gelap burung tidak dapat lihat apa-apa di dalam hingga burung lebih senang istirahat serta malas makan. Apabila perihal ini dilewatkan makin lama bisa mengakibatkan kondisi burungalami penurunan serta malas bunyi.

Lantas masalah warna juga punya pengaruh pada burung, karenanya mesti dipilih warna yang disukai burung dengan umum yakni yang tidak terlampau menyolok atau gelap. Warna yang sepanjang ini disenangi burung yaitu yang soft contohnya hijau muda, kuning muda, biru muda atau warna lain yang yang tidak terlampau kontras. 

Untuk menguji apakah kerodong tersebut transparan atau tidak, waktu pertama beli kita dapat coba kerodongkan dikepala kita, dari didalam kerodong kita dapat lihat keluar atau tidak, bila kita dapat lihat dengan jelas keluar bermakna kerodong tersebut cukup bagus untuk burung.


Petugas gagalkan upaya penyelundupan 330 ekor murai batu asal Simeulue


Perburuan terhadap burung murai batu di Aceh ternyata belum juga berhenti. Belum lama pihak berwajib mengamankan 600 ekor murai batu hasil tangkapan liar di hutan Simeulue, 3 Februari lalu, kasus serupa terulang kembali. Minggu (7/4) lalu, aparat keamanan juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 330 ekor murai batu asal Kabupaten  Simeulue. Burung-burung mahal ini hendak dibawa keluar daerah menggunakan KMP Teluk Sinabang.
MURAI  DARI DAERAH SIMEULUE
MURAI BATU DARI DAERAH SIMEULUE
Ratusan murai batu tersebut ditangkapi di daerah hutan-hutan di Simeulue dan hendak dibawa keluar daerah menggunakan transportasi kapal feri KMP Teluk Sinabang. Kapal ini berlayar dari Simeulue ke Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Murai-murai tersebut disimpan dalam 30 kotak di atas lantai buritan kapal feri, serta dibungkus dengan tas berukuran besar warna hitam.
Petugas kemudian memergokinya, sehingga upaya penyelundupan bisa digagalkan. Sayangnya, seperti kasus yang dulu, tak ada seorang pun yang menjadi tersangka. Pasalnya, petugas tidak berhasil menemukan siapa yang membawa barang bernyawa itu.
Maraknya penyelundupan murai batu asal Simeulue tidak lepas dari tingginyaharga burung ini, terutama di Jawa dan wilayah lain di Sumatera. Padahal sejumlah pemerintah kabupaten di Aceh, termasuk Pemkab Simeulue, sudah membuat peraturan atau qanun mengenai larangan penangkapan dan perdagangan murai batu untuk dibawa ke luar wilayah kabupaten.
Bagaimana dengan nasib 330 ekor murai batu yang berhasil diselamatkan petugas di KMP Teluk Sinabang? Burung-burung ini sudah dikembalikan habitat asalnya, Senin (8/4) kemarin. Prosesi pelepasliaran ini dilakukan di pegunungan yang terletak di belakang Markas Kodim 0115 Simeulue, dan dilakukan langsung oleh Dandim Letkol Inf Handoko, didampingi Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Simeulue, Ir Ibnu Abbas.
Sayangnya, tidak semua burung yang diselamatkan bisa dilepaskan kembali ke habitatnya. Sebab 25 ekor di antaranya mati selama berada di dalam kapal feri.
Menurut analasis Om Kicau, maraknya perburuan liar ini disebabkan masih banyak kicaumania yang menganggap murai batu hasil tangkapan hutan jauh lebih baik daripada murai batu tangkaran. Mereka juga berdalih, yang menjuarai lomba umumnya burung dari hutan.
Sebenarnya semua dalih ini bisa dipatahkan dengan bukti dan logika. Dari aspek bukti, kemenangan Anak Perkasa milik Cece serta Vicking dan Lovina milik Yudi Voltus (Vicking kini sudah di-take-over) di berbagai lomba di kawasan Jabodetabek sudah cukup untuk menunjukkan bahwa murai batu ring atau hasil penangkaran mampu mengalahkan murai batu dari hutan.
Dari aspek logika, kalau ada dalih bahwa yang menjuarai lomba umumnya burung dari hutan, itu karena jumlah pelomba yang membawa burung hutan jauh lebih banyak daripada murai ring (mungkin perbandingannya 9 : 1). Jika perbandingannya adalah sebaliknya, pasti murai batu ring akan lebih sering menjuarai lomba.


Pasar Burung Depok Solo yang Baru


Hampir setahun terakhir ini, suasana di Pasar Burung (PB) DepokSolo agak kurang nyaman, karena bangunan utama sedang dibongkar untuk pembangunan pasar baru yang lebih luas dan nyaman. Para pedagang terpaksa menempati bangunan darurat di sepanjang jalan. Lalu lintas di Jalan Depok Sumber, Banjarsari, Solo, pun makin semerawut karena. Pertengahan Februari lalu, pembangunan pasar burung tahap pertama sudah rampung. Sebagian pedagang kini sudah menempati kios atau los yang menjadi hak mereka. Wah, banyak perubahan lho di PB Depok.
Wajah baru Taman Pasar Burung Depok Solo. Mampir yuk !
Wajah baru Taman Pasar Burung Depok Solo. Mampir yuk !
Semula pasar ini bernama Pasar Burung Depok. Kini, setelah direnovasi, berubah nama menjadi Taman Pasar Burung Depok. Kelasnya pun juga naik menjadi 1-A, atau sejajar dengan Pasar Klewer.
Menurut Ketua Ikatan Pedagang Burung Surakarta (IKPBS) Suwarjono, secara keseluruhan ada 290 tempat usaha di Taman PB Depok, yang terdiri atas 64 petak kios dan 226 los. Sedangkan jumlah pedagang yang memiliki Surat Hak Penempatan (SHP) tercatat 281 orang.
Pembagian tempat usaha dilakukan melalui pengundian, yang dilakukan dalam dua tahapan, serta sudah terselesaikan pada pertengahan Februari lalu. “Saat ini semua kios dan los sudah ada pemiliknya, namun belum semua diisi, terutama kios dan los di lantai dua,” jelas Warjo, panggilan akrab Suwarjono.
Burwanto, salah seorang pedagang, mengatakan ada kemungkinan kios dan los di lantai atas yang belum diisi karena sebagian pemiliknya juga sudah memiliki kios di lantai bawah. Mereka ingin fokus mengurus kios di lantai bawah dulu, sambil menunggu situasi pasar di lantai 2 ramai.
Taman PB Depok sekaligus didesain sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Solo.
Taman PB Depok sekaligus didesain sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Solo.
Yang belum mendapat tempat adalah para pedagang omprokan, yang sejak dulu memang menempati sepanjang sisi jalan menuju pasar. Mereka memang bukan pedagang tetap, tetapi pedagang “portable”, karena dagangan memang tidak ditinggal di pasar.
Pagi datang membawa dagangan, kemudian dijajakan dengan tikar atau langsung dijual di atas sepeda / sepeda motor, digantung di gantangan bambu, atau bahkan digeletakkan begitu saja di atas tanah. Nah, dalam bahasa Jawa, berjualan di atas tanah ini disebut omprokan. Sore hari, mereka pulang dengan sisa dagangan yang belum terjual.
Pedagang omprokan masih berjualan di pinggir jalan.
Pedagang omprokan masih berjualan di pinggir jalan.

Pemkot Solo akan memindahkan pedagang omprokan di belakang pasar, setelah pembangunan tahap kedua selesai.
Pemerintah Kota Solo akan memindahkan para pedagang omprokan di belakang Taman Pasar Burung Depok, setelah pembangunan tahap kedua selesai.
Pasar burung legendaris
PB Depok Solo termasuk salah satu pasar burung utama dan legendaris di Indonesia, selain PB Pramuka Jakarta. Tempat ini juga menjadi sentra atau titik kumpul utama beberapa jenis burung, baik burung hasil penangkaran maupun burung bakalan muda hutan (MH).
Burung hasil breeding yang banyak dijumpai di sini antara lain jalak suren, parkit, dan lovebird. Adapun burung bakalan MH yang biasa dijual adalahmurai batukacercucak hijauanis merahanis kembang, dan sebagainya. Bahkan stok umumnya tersedia dalam jumlah cukup besar. Hal ini agak susah ditemui di pasar burung lain, seperti Pasty Jogja.
Pengunjung sedang memantau kenari dan parkit.
Pengunjung sedang memantau kenari dan parkit.
Karena ramai dikunjungi kicaumania, PB Depok dari hari ke hari makin terasa sesak. Apalagi keberadaan para pedagang omprokan membuat situasi jalan menjadi macet dan semerawut. Sebab mereka acapkali menggelar dagangan hingga memakan bahu jalan, bahkan terkadang bisa mencapai separo badan jalan.
Di hari libur, misalnya Minggu, kesemerawutan lalu lintas sulit digambarkan lagi. Akibatnya, jalan masuk ke pasar bisa dibilang hanya cukup untuk pejalan kaki. Kendaraan, termasuk roda dua sekalipun, sangat sulit untuk melalui jalan tersebut.
Karena itu, Pemerintah Kota Solo kemudian melakukan renovasi, sehingga suasana pasar dapat menjadi lebih manusiawi lagi. Kini pembangunan tahan pertama sudah terselesaikan. Pemkot Solo dalam waktu dekat ini akan memindahkan para pedagang omprokan ke halaman belakang Taman PB Depok, sambil menunggu selesainya pembangunan tahap kedua.
Petak-petak kapling untuk omprokan yang berjumlah sekitar 145 orang itu sudah disiapkan, dan mereka disilakan untuk membangun sendiri petak semi permanen. “Akses jalan menuju pasar akan dijaga Satpol PP, agar tidak muncul lagi pedagang omprokan di sepanjang jalan,” imbuh Warjo, didampingi Ketua PJSI Mardi, serta organisasi dan EO lain yang hidup berdampingan di PB Depok. (Waca Jogja)

Ketua IKPS Solo Suwarjono dan Mardi di depan deretan kios.
Ketua IKPBS Suwarjono (kiri) dan Ketua PJSI Mardi di depan deretan kios.
H Marjani (kiri), sesepuh kicaumania Solo, sekaligus pedagang di PB Depok.
H Marjani (kiri), sesepuh kicaumania Solo, sekaligus pedagang di PB Depok.

Sumber: http:\\omkicau.com


Pengaruh cahaya terhadap jenis kelamin kenari


Banyak penangkar kenari yang mengeluh dan bertanya: mengapa induk kenari yang dimilikinya menghasilkan lebih banyak anakan betina daripada jantan, atau justru sebaliknya? Secara teori, probabilitas (kemungkinan) anakan yang dihasilkan induk kenari adalah 50% jantan dan 50% betina. Tetapi dalam berbagai penelitian, ternyata sistem pencahayaan yang digunakan dalam penangkaran burung kenari juga mempengaruhi probabilitas tersebut.
Sebuah artikel dari Canary Science menjelaskan, di habitat aslinya, cahaya matahari turut mengontrol jenis kelamin burung sebelum telur menetas. Hal itu tergantung di mana indukan membangun sarang, dan tergantung pula pada intensitas cahaya matahari yang diterimanya, misalnya CRI (Color Rendering Index) dan panas patahari (Kelvin  / K) .
  • Jika sarang dibangun di tempat di mana burung bisa menerima 75 persen / lebih sinar matahari (atau 25% kurang teduh) setiap hari, maka sebagian besar anaknya akan berjenis kelamin jantan.
  • Jika sarang dibangun di tempat yang menerima 25 % sinar matahari atau kurang dari itu (75% teduh) setiap hari, maka sebagian besar anaknya akan berjenis kelamin betina.
  • Jika sarang dibangun di tempat yang mendapatkan 50% sinar matahari dan 50% teduh setiap hari, maka probabilitas jenis kelamin anaknya sama seperti teori probabilitas pada umumnya (50 : 50).
Breeding_002
Pengujian menggunakan lambu berbeda menghasilkan anakan dengan jenis kelamin berbeda pula.
Dari sini bisa dipelajari, intensitas matahari adalah kombinasi antara cahaya terang dan radiasi panas. Kita menerima cahaya dan panas dari matahari dalam jumlah yang berbeda setiap waktu dan musim. Ketika radiasi langsung dari matahari tidak terhalang oleh awan, maka yang terjadi adalah sinar mahari yang penuh spektrum (full spectrum light).
Berikut ini beberapa pengujian pada kandang penangkaran kenari dengan menggunakan lampu neon / fluorescent yang berbeda-beda :
  • Type A : Full spectrum fluorescent light, atau lampu neon full spektrum, yang menghasilkan 98 CRI dan 6500 K, atau intensitas cahaya tinggi.
  • Tipe B : Medium spectrum fluorescent light, atau lampu neon dengan spektrum sedang, yang menghasilkan 91 CRI dan 5000 K, atau intensitas cahaya sedang.
  • Tipe C : low spectrum fluorescent light, atau lampu neon dengan spektrum rendah, yang menghasilkan intensitas cahaya rendah.
Dari percobaan di penangkaran dengan menggunakan beberapa jenis lampu neon tersebut, hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut:
  1. Tahun I (2008), kandang penangkaran menggunakan lampu tipe A. Ada 34 pasang induk kenari, dan menghasilkan 306 burung jantan dan 102 burung betina selama masa berkembang biak.
  2. Tahun II (2009), di kandang penangkaran yang sama, menggunakan lampu tipe B. Ada 34 pasangan induk, dan menghasilkan 203 burung jantan dan 198 burung betina.
  3. Tahun III (2012), di kandang penangkaran yang sama, menggunakan lampu tipe C. Ada 34 pasangan induk, dan menghasilkan 107 burung jantan dan 311 burung betina.
Bisa dilihat bahwa makin tinggi intensitas cahaya di dalam kandang penangkaran, makin tinggi kemungkinan anak kenari berjenis kelamin jantan. Sebaliknya, makin rendah intensitas cahaya, maka makin tinggi kemungkinan anak kenari berjenis kelamin betina.
Dari percobaan tersebut, ada beberapa fungsi pencahayaan yang sangat penting bagi burung kenari dalam kandang penangkaran, yaitu:
  • Cahaya sangat penting untuk kebutuhan kenari dan mereka sangat sensitif terhadapnya.
  • Jumlah cahaya / intensitas cahaya yang diterima kenari bisa mengontrol istirahat dan tidur mereka, molting, dan masa perkembangbiakan.
  • Cahaya yang diterima oleh mata burung kenari akan berefek pada hormon testosterondi dalam tubuhnya dan wilayah otak yang memegang kendali untuk burung bisa bernyanyi. Makin banyak cahaya yang diterima, makin meningkat kadar hormon tersebut.
Semoga bisa menjadi referensi bagi penangkar kenari di Indonesia.


Mengobati kebotakan pada induk kenari betina


Dalam beberapa kasus, kita sering menjumpai induk kenari betina yang mengalami kebotakan terutama di bagian leher dan kepalanya. Kasus ini juga kerap terjadi pada jenis burung finch lainnya. Hal ini biasanya terjadi ketika induk betina sedang dalam masa reproduksi atau masa berkembang biak. Apakah kebotakan seperti itu bisa diobati dan teratasi?
kenari botakJika kebotakan dialami induk betina kenari (juga finch) selama masa reproduksi, kemungkinan besar hal itu disebabkan sang induk mengalami defisiensi yodium (I). Seperti diketahui, yodium merupakan salah satu jenis mineral yang memegang peranan penting terhadap fungsi kelenjar tiroid.
Burung yang mengalami defisiensi yodium akan mengalami beberapa permasalahan serius, misalnya kesulitan molting seperti mabung yang tidak tuntas, nyulam, bahkan bulu tidak mau tumbuh lagi usai ambrol (tahapan sebelum mabung).
Bukan hanya itu! Ketika fungsi kelenjar tiroid tidak normal akibat kekurangan yodium, maka hal ini bisa memicu terjadinya masalah pernafasan, bahkan infertilitas pada induk kenari betina. Infertilitas akan menyebabkan induk betina tidak mampu menghasilkan telur fertil (subur).
Bagaimana meningkatkan kadar yodium?
Sebagian penangkar, juga pemelihara kenari, acapkali tidak memperhatikan kandungan yodium dalam pakan yang diberikannya kepada burung. Sama seperti kalsium, mineral ini dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kalau kelebihan akan dibuang melalui feces (kotoran). Tetapi jika sampai kekurangan akan menimbulkan beberapa gangguan seperti dijelaskan di atas, termasuk botak di kepala dan lehernya.
Meski jumlah yang dibutuhkan sangat sedikit, belum tentu hal ini terpenuhi oleh makanan yang biasa diberikan kepada kenari, termasuk pakan jadi sekalipun. Karena itu, sangat penting untuk memastikan kecukupan yodium dalam pakan kenari.
Pada induk betina yang mengalami kebotakan, kemudian diterapi dengan meningkatkan kadar yodium dalam pakannya, biasanya sekitar 2-3 minggu sudah terjadi perubahan dengan adanya tunas-tunas bulu (bulu-bulu jarum) yang bermunculan.
Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan kadar yodium dalam pakan kenari, yaitu :
  1. Menambahkan parutan tulang ikan sotong ke dalam makanan atau sayuran hijau yang biasa diberikan kepada burung. Jika tidak ada tulang ikan sotong, bisa juga menggunakan kulit atau kerabang tiram.
  2. Memberikan multimineral, seperti BirdMineral, yang memiliki kepastian kecukupan yodium. Bukan hanya yodium, tetapi semua mineral esensial yang dibutuhkan burung sudah ada dalam multimineral tersebut.
Faktor kebotakan selain defisiensi yodium
Jika setelah 3 minggu menggunakan kedua cara di atas (terutama cara kedua), dan bulu-bulu jarum masih belum tumbuh, bisa dipastikan kebotakan bukan disebabkan induk betina mengalami defisiensi yodium. Ada beberapa faktor penyebab kebotakan selain defisiensi yodium, yaitu :
  • Kekurangan nutrisi, terutama protein.
  • Usia kenari sudah tua. Beberapa kenari betina berusia tua sering mengalami kebotakan pada sekitar leher dan kepalanya.
  • Terlalu produktif. Kebotakan juga kerap dialami induk kenari betina yang over produksi. Misalnya dalam setahun bisa 4 kali produksi. Tetapi itu hanya terjadi jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang sepadan. Burung produktif yang nutrisinya terjaga jarang mengalami kebotakan.
  • Infeksi bakteri, atau gangguan kutu, tungau, jamur dan parasit lainnya bisa menyebabkan beberapa bulu berjatuhan. Jika tidak segera diatasi akan terjadi kebotakan yang merata, dan jika sudah kronis bisa menjadi botak permanen. Bisa diantisipasi sejak awal melalui terapi FreshAves yang disemprot ke tubuh burung dan lingkungan kandang.
Bagaimana pun, penangkaran tidak mungkin dilakukan jika induk betina mengalami kebotakan, terlebih jika penyebabnya defisiensi yodium. Ketika burung dipaksa untuk terus berproduksi, dalam kondisi tubuh yang kekurangan yodium, maka lambat-laun akan berimbas ke saluran pernafasannya.
Semoga bermanfaat.


BURUNG DILINDUNGI DI INDONESIA


Berikut ini adalah daftar nama burung yang dilindungi berdasar PP 7 1999:
No.Nama IlmiahNama Indonesia
1AccipitridaeBurung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Accipitridae)
2Aethopyga eximaJantingan gunung
3Aethopyga duyvenbodeiBurung madu Sangihe
4AlcedinidaeBurung udang, Raja udang(semua jenis dari famili Alcedinidae)
5Alcippe pyrrhopteraBrencet wergan
6Anhinga melanogasterPecuk ular
7Aramidopsis plateniMandar Sulawesi
8Argusianus argusKuau
9Bubulcus ibisKuntul, Bangau putih
10BucerotidaeJulang, Enggang, Rangkong, Kangkareng(semua jenis dari famili Bucerotidae)
11Cacatua galeritaKakatua putih besar jambul kuning
12Cacatua goffiniKakatua gofin
13Cacatua moluccensisKakatua Seram
14Cacatua sulphureaKakatua kecil jambul kuning
15Cairina scutulataItik liar
16Caloenas nicobaricaJunai, Burung mas, Minata
17Casuarius bennettiKasuari kecil
18Casuarius casuariusKasuari
19Casuarius unappenddiculatusKasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
20Ciconia episcopusBangau hitam, Sandanglawe
21Colluricincla megarhynchaBurung sohabe coklat
22Crocias albonotatusBurung matahari
23Ducula whartoniPergam raja
24Egretta sacraKuntul karang
25Egretta spp.Kuntul, Bangau putih(semua jenis dari genus Egretta)
26Elanus caerulleusAlap-alap putih, Alap-alap tikus
27Elanus hypoleucusAlap-alap putih, Alap-alap tikus
28Eos histrioNuri Sangir
29Esacus magnirostrisWili-wili, Uar, Bebek laut
30Eutrichomyias rowleyiSeriwang Sangihe
31FalconidaeBurung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Falconidae)
32Fregeta andrewsiBurung gunting, Bintayung
33Garrulax rufifronsBurung kuda
34Goura spp.Burung dara mahkota, Burung titi,Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
35Gracula religiosa mertensiBeo Flores
36Gracula religiosa robustaBeo Nias
37Gracula religiosa venerataBeo Sumbawa
38Grus spp.Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
39Himantopus himantopusTrulek lidi, Lilimo
40Ibis cinereusBluwok, Walangkadak
41Ibis leucocephalaBluwok berwarna
42Lorius roratusBayan
43Leptoptilos javanicusMarabu, Bangau tongtong
44Leucopsar rothschildiJalak Bali
45Limnodromus semipalmatusBlekek Asia
46Lophozosterops javanicaBurung kacamata leher abu-abu
47Lophura bulweriBeleang ekor putih
48Loriculus catameneSerindit Sangihe
49Loriculus exilisSerindit Sulawesi
50Lorius domicellusNori merah kepala hitam
51Macrocephalon maleoBurung maleo
52Megalaima armillarisCangcarang
53Megalaima corvinaHaruku, Ketuk-ketuk
54Megalaima javensisTulung tumpuk, Bultok Jawa
55MegapoddidaeMaleo, Burung gosong(semua jenis dari famili Megapododae)
56Megapodius reintwardtiiBurung gosong
57MeliphagidaeBurung sesap, Pengisap madu(semua jenis dari famili Meliphagidae)
58Musciscapa rueckiBurung kipas biru
59Mycteria cinereaBangau putih susu, Bluwok
60NectariniidaeBurung madu, Jantingan, Klaces(semua jenis dari famili Nectariniidae)
61Numenius spp.Gagajahan(semua jenis dari genus Numenius)
62Nycticorax caledonicusKowak merah
63Otus migicus beccariiBurung hantu Biak
64PandionidaeBurung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Pandionidae)
65ParadiseidaeBurung cendrawasih(semua jenis dari famili Paradiseidae)
66Pavo muticusBurung merak
67PelecanidaeGangsa laut(semua jenis dari famili Pelecanidae)
68PittidaeBurung paok, Burung cacing(semua jenis dari famili Pittidae)
69Plegadis falcinellusIbis hitam, Roko-roko
70Polyplectron malacenseMerak kerdil
71Probosciger aterrimusKakatua raja, Kakatua hitam
72Psaltria exilisGlatik kecil, Glatik gunung
73Pseudibis davisoniIbis hitam punggung putih
74Psittrichas fulgidusKasturi raja, Betet besar
75PtilonorhynchidaeBurung namdur, Burung dewata
76Rhipidura euryuraBurung kipas perut putih, Kipas gunung
77Rhipidura javanicaBurung kipas
78Rhipidura phoenicuraBurung kipas ekor merah
79Satchyris grammicepsBurung tepus dada putih
80Satchyris melanothoraxBurung tepus pipi perak
81Sterna zimmermanniDara laut berjambul
82SternidaeBurung dara laut(semua jenis dari famili Sternidae)
83Sturnus melanopterusJalak putih, Kaleng putih
84Sula abbottiGangsa batu aboti
85Sula dactylatraGangsa batu muka biru
86Sula leucogasterGangsa batu
87Sula sulaGangsa batu kaki merah
88Tanygnathus sumatranusNuri Sulawesi
89Threskiornis aethiopicusIbis putih, Platuk besi
90Trichoglossus ornatusKasturi Sulawesi
91Tringa guttiferTrinil tutul
92TrogonidaeKasumba, Suruku, Burung luntur
93Vanellus macropterusTrulek ekor putih
dikutip dari lampiran PP No. 7 tahun 1999
PERINGATAN
  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2)); (Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya)


 
© 2010-2012 Lek Mar' BLOG